"selalu ada cara untuk berdialog dengan pikiran yang terpendam dan menetap"
Tugas saya hanya menjalankan misi sebagai hamba yang tak berdiam saja saat segala reaksi alam bergejolak untuk memadatkan kepercayaan pada Sang Maha Pencipta. Selalu berdampingan, beriringan secara seimbang.
Tugas saya hanyalah menjalankan misi yang sudah digariskan. Penuh dengan yang namanya "emosi" dalam sejarah kata manusia.
Tugas saya hanyalah melaksanakan amanah yang sudah diberikan. Bahu saya sudah dilebarkan, sebagai suatu pertanda baik bahwa Sang Pencipta tidak pernah main -main dengan kekuatan yang akan dan sudah diberikan.
Tugas saya hanyalah menyadari, bahwa saya tak pernah ditipu oleh sejuknya embun pagi pada setiap helai daun yang menguning di pekarangan.
Jamuan istimewa akan selalu dihadirkan pada setiap mereka yang sanggup menantikannya. Kelasnya tak pernah main-main, VVIP...First Class. Semua yang terjerembab pada pikiran masing-masing akan menemukan sebuah kesimpulan, di mana memendam itu lebih baik daripada menyakiti. Menyakiti hanya akan menghasilkan kepuasan batin bagi mereka yang terlalu mementingkan diri sendiri. Sakit memang, tapi durasi jangka panjang dari setiap perasaan yang sedang dijaga itu lebih utama daripada memuaskan batin semata. Efek samping dari kepuasan hanyalah sesaat. Efek samping dari "menjaga" adalah selamanya. Karena hati yang paling terluka adalah milik mereka yang paling bahagia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar